Property

Mengapa Pengajuan KPR Bisa Ditolak, Ini Alasannya!

Mengapa Pengajuan KPR Bisa Ditolak, Ini Alasannya!

Saat kamu mencoba mengajukan KPR, ada beberapa hal yang harus kamu penuhi lebih dulu. Hal tersebut akan menjadi pertimbangan pihak bank untuk mengabulkan permohonan KPR kamu atau tidak. Kamu bisa wujudkan rumah imajinasimu dengan menggunakan KPR ini. Namun, bisa jadi juga pengajuan KPR yang kamu lakukan ditolak. Kok bisa?

  1. Surat-Surat Tidak Lengkap

Salah satu masalah yang jadi penyebab utama mengapa pengajuan KPR yang kamu lakukan ditolak adalah surat-surat yang jadi syarat pengajuan KPR tidak lengkap. Ada banyak sekali kelengkapan administrasi yang harus disertakan saat kamu mengajukan KPR. Misalnya saja ada KTP, kartu keluarga dan NPWP.

Selain itu, kamu juga harus melampirkan slip gaji yang asli dan bukti rekening koran yang dibawa saat kamu mengajukan KPR. Bila seluruh syarat tersebut tidak kamu bawa dengan lengkap, kemungkinan besar pengajuan KPR kamu akan ditolak. Sebaliknya, bila kamu sudah membawa semua persyaratan dengan lengkap, besar kemungkinan akan diterima.

  1. Kejelasan Status Kepemilikan Rumah

Hal lain yang bisa membuat pengajuan KPR yang kamu lakukan ditolak adalah kejelasan status kepemilikan rumah yang akan di-KPR-kan. Rumah yang akan diajukan pada program KPR haruslah rumah yang memiliki status bersih dan jelas. Maksudnya adalah status rumah tersebut tidak dengan memiliki sertifikat palsu.

Selain itu, rumah juga tidak dalam keadaan sengketa dan tidak dalam kondisi sedang digadaikan untuk melunasi kewajiban utang. Untuk mengusut kejelasan status rumah yang akan dijadikan objek KPR itu, biasanya pihak bank akan meminta nasabah untuk melengkapi berbagai informasi seputar rumah tersebut.

Informasi yang dimaksud berupa berbagai surat yang menyatakan legalitas dari rumah tersebut. Misalnya saja Izin Mendirikan Bangunan atau IMB, denah rumah, surat bukti pembayaran PBB dan sejumlah kelengkapan lainnya.

  1. Nasabah Memiliki Reputasi Keuangan yang Buruk

Masalah lain mengapa pengajuan KPR kamu ditolak adalah kamu memiliki reputasi yang buruk dalam hal keuangan. Mungkin kamu pernah tidak melunasi utang yang kamu lakukan di bank lain atau lembaga keuangan lainnya sebelum mengajukan KPR ini? Nah, kalau iya, itulah penyebab mengapa pengajuan KPR yang kamu lakukan tidak diterima pihak bank.

Namun, tak hanya masalah tunggakan cicilan atau gagal bayar saja yang membuat reputasi keuangan kamu buruk. Jumlah saldo tabungan yang tak banyak serta jejak penggunaan kartu kredit yang sering bermasalah juga bisa jadi pemicu mengapa reputasi keuangan kamu buruk dan pengajuan KPR tidak diterima.

Kalau sudah begini, kamu tak akan bisa mengajukan kredit rumah mudah dengan KPR kecuali kalau kamu sudah melunasi semuanya dan membersihkan riwayat BI checking. Sebaliknya, bila nasabah bank tidak pernah melakukan penunggakan pembayaran dan rajin menabung, maka akan mudah dalam mendapatkan KPR.

  1. Tidak Memenuhi Syarat

Hal lain yang jadi penyebab mengapa pengajuan KPR kamu bisa ditolak bank adalah karena kamu tidak memenuhi syarat. Selain dokumen, syarat utama mengajukan KPR adalah kamu harus memenuhi batas usia yang sudah ditentukan. Di Indonesia, batas usia minimalnya adalah 21 tahun. Jadi, jangan harap yang belum berusia 21 tahun bisa mengajukan.

Syarat lainnya yang diperhatikan pihak bank untuk menyetujui atau tidaknya pinjaman yang kamu lakukan adalah source of repayment yang kamu miliki. Sumber penghasilan untuk membayar pinjaman ini haruslah jelas dan sesuai dengan syarat yang sudah ditentukan. Biasanya, ini ditunjukkan dengan lamanya kamu bekerja di sana.

  1. Penghasilan Kecil

Hal lain yang bisa jadi penyebabnya adalah karena kamu memiliki penghasilan yang tak maksimal. Penghasilan setiap bulan seorang debitur adalah minimal tiga kali lipat dari besaran cicilan pinjaman yang harus dibayarkan. Mengapa harus demikian? Ini bertujuan agar kamu memiliki dana yang cukup setiap bulannya untuk membayar cicilan.

Jika yang mengajukan adalah pasangan suami istri, maka yang dihitung adalah total penghasilan suami dan istri. Dengan kata lain, besaran cicilan maksimal yang boleh diajukan adalah sekitar 30 hingga 35% dari penghasilanmu setiap bulannya. Untuk karyawan yang penghasilannya tetap, hal ini memang mudah dilakukan.

Namun, bagaimana bila nasabah yang mengajukan pinjaman KPR adalah wirausaha atau freelancer? Biasanya, untuk mereka ini, pihak bank akan menghitung pemasukan paling rendah pada suatu bulan dalam satu tahun. Jadi, misalnya dalam satu tahun penghasilan minimalnya adalah 120 juta, maka ada bulan yang gajinya paling sedikit yang jadi hitungan.

  1. Lokasi Rumah Bermasalah

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan pengajuan KPR kamu tidak diterima adalah karena lokasi rumahnya bermasalah. Lokasi rumah yang bermasalah dan memiliki masalah kepemilikan besar kemungkinan akan ditolak pihak bank ketika mengajukan KPR. Apalagi bila rumah tersebut memiliki masalah sengketa.

Kalaupun rumahnya tidak sengketa namun berada di tanah yang sengketa, bank juga tidak akan menerima pengajuan KPR yang dilakukan. Sedangkan untuk lokasi rumah yang dianggap bank tidak layak untuk di-KPR-kan adalah rumah yang berada di dekat Tempat Pembuangan Sampah atau TPS.

Selain dekat dengan tempat pembuangan sampah, rumah yang berada dekat dengan taman pemakanan juga dianggap tidak layak oleh pihak bank untuk diajukan sebagai rumah KPR. Jadi, perhatikan dengan baik lokasi rumahnya sebelum mengajukan KPR, ya!

Nah, itulah beberapa penyebab yang bisa jadi masalah mengapa pengajuan KPR kamu ditolak. Bila kamu tak ingin hal itu terjadi dan memusnahkan keinginanmu untuk memiliki rumah dengan desain rumah yang bikin relax, ada baiknya kamu memperhatikan semua hal tersebut dan mencari lokasi rumah terbaik!